You are here
Home > wisata > Keperluan dan Kebutuhan Pokok Saat Mendaki Gunung

Keperluan dan Kebutuhan Pokok Saat Mendaki Gunung

Dua kebutuhan manusia yang WAJIB TERPENUHI saat di gunung adalah “mangan wareg turu angler”, atau makan kenyang tidur nyenyak. Jika kebutuhan dasar saja tidak terpenuhi, pemandangan seindah apapun tidak akan bisa kau nikmati. Percaya deh.

Nahh ngomong2 soal tidur nyenyak, kalian diwajibkan bawa tenda yang mumpuni, tahan banting dengan badai nakal yang kadang bermain-main di sekitar tenda. Perkenalkan, Kelty Grand Messa 2 Tent. Hal yang paling aku suka darinya adalah bobotnya yang ringan, hanya 1.8 kg!!! Tenda ini bisa muat di tas gunungku yang cuma 40L, ditambah barang2 personalku. Emang compact banget, nggak makan tempat.

Grand Messa juga sangat mudah didirikan, cukup 1 orang saja, tanpa bantuan kawanmu. Walaupun sebelumnya kamu nggak pernah mendirikan tenda, aku yakin sekali lihat pasti langsung bisa. Karena emang gampang banget. Bentuknya yang menjulang tinggi juga membuat kita leluasa beraktivitas di dalamnya.
Kalo kalian lagi bingung nyari tenda, silahkan mampir ke Kelty Indonesia untuk konsultasi atau langsung meminangnya.

Berbicara soal traveling, perjalanan mendaki gunung bukan hanya sekedar untuk sampai ke puncak dan memamerkan foto di sosial media. Ada pembelajaran yang jauh lebih besar dibalik itu semua. Cara mendapatkan hikmah kehidupan setiap orang pun berbeda – beda. Meskipun ada di bumi yang sama, kita tidak berjalan di sepatu yang sama.

Setiap manusia punya tingkat pengetahuan dan pemahaman masing-masing. Yang aku tau, belum tentu orang lain paham, pun sebaliknya. Tidak etis jika kau buat lawakan karena kawanmu tidak mengetahui apa yang menurutmu “HAL UMUM” , yang kamu anggap semua orang paham.

Tinggal dijelaskan, bukan ditertawakan bersama yang lain. Tidak semua orang bisa mengenyam pendidikan sebanyak kamu, menerima informasi sebanyak kamu, terpapar berita sebanyak kamu. Silahkan jika merasa pintar, tapi jangan ejek dan mengolok-olok manusia yang kamu anggap goblok. Sama saja kamu menghina orangtua yang telah membesarkannya, guru yang telah mendidiknya, alam yang telah tumbuh bersamanya.
Jelaskan dengan lembut dan sabar seperti manusia terhormat, begitu seharusnya orang pintar bersikap.

Top