You are here
Home > Posts tagged "Premier League"

Rahasia Manchester City juarai Premier league

Soccerhunter.com - Pep Guardiola selaku pelatih dari klub raksasa Inggris, Manchester City menjelaskan alasan mereka berhasil memenangkan ajang kompetisi Premier League musim ini. Menurut Pep, bukan hanya uang yang mempengaruhi kemenangan mereka, tetapi kondisi ruang ganti yang kondusif merupakan faktor terpenting dalam raihan kemenangan yang mereka dapatkan. Manchester City keluar sebagai pemenang dengan rekor yang sangat impresif dimana mereka berhasil mencatat rekor poin tertinggi, rekor gol paling banyaki serta rekor selisih poin terbesar. Banyak pihak yang mengatakan bahwa kesuksesan Manchester City dikarenakan Pep membawa banyak pemain mahal kedalam tim. Pep sendiri tidak menampik hal tersebut, ia juga mengaku sudah mengeluarkan banyak dana untuk memboyong pemain-pemain terbaik. Tetapi kemenangan yang diraih bukan hanya karena pemain mahal, ia juga menjelaskan bahwa ruang ganti yang kondusif merupakan faktor yang tidak kalah pentingnya. "Salah satu kekuatan kami ada pada ruang ganti." "Konektifitas antar permain dan staff semua terjaga dengan baik. Dengan begitu kami mampu menciptakan atmosfer tim yang kuat. Itu menjadi salah satu rahasia kesuksesan kami," ungkap Pep. Manchester City tidak hanya fokus untuk memainkan pemain bintang mereka, pemain di bangku cadangan pun mendapatkan waktu bermain yang cukup sehingga interaksi antar pemain juga dapat terbangun dengan kuat. Menurut Pep itu adalah alasan utama mengapa mereka bisa memenangkan kompetisi Premier League musim ini.

Emery: Saya Puas Dengan Performa Klub !

Emery: Saya Puas Dengan Performa Klub !

Unai Emery selaku pelatih klub Arsenal mengaku dirinya cukup puas dengan performa yang sudah ditunjukkan anak asuhnya pada pertandingan melawan Liverpool pada pekan ke-11 Premier League musim ini. Menurut Emery, anak didiknya sudah berkembang pesat karena sudah bisa bermain imbang melawan Liverpool. Arsenal bahkan nyaris menelan kekalahan pada pertandingan melawan Liverpool kemarin. Keunggulan Liverpool dibuka oleh James Milner. Melihat ketertinggalan angka, Emery langsung melakukan rotasi. Kedudukan kembali imbang pada menit ke 82 melalui gol balasan dari Alexandre Lacazette. Yang dicari oleh Arsenal pada pertandingan kemarin bukanlah masalah raihan satu poin, hasil tersebut memiliki peranan yang penting untuk mendongkrak rasa percaya diri para pemain. Seperti yang kita tahu, sepanjang musim ini Arsenal memang meraih hasil yang kurang baik ketika berhadapan dengan tim-tim papan atas Premier League. Arsenal harus menelan kekalahan pahirt atas Manchester City dan juga Chelsea pada dua pertandingan pertama mereka. Oleh karena itu hasil imbang pada pertandingan kemarin akan memberikan tambahan kepercayaan diri pada pemain untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. "Saya melihat proses yang ada berjalan dengan cukup baik. Dalam dunia sepakbola, waktu adalah hal yang sangat krusial. Kami membutuhkan waktu untuk dapat bangkit." "Kalian bisa melihat perkembangan itu, terutama pada pertandingan melawan Chelsea dan Manchester City, lalu Liverpool. Saya merasa intensitas permainan kemarin terasa sedikit berbeda." "Pertandingan melawan Liverpool adalah laga yang kompetitif bagi kami. Ini akan memberikan kami dorongan untuk menghadapi pertandingan selanjutnya," tutup Emery.  

Klopp Sebut Chelsea Bukan Ancaman Besar

Klopp Sebut Chelsea Bukan Ancaman Besar

Jurgen Klopp selaku manager dari klub Liverpool sangat menyesali kekalahan timnya saat berhadapan dengan Chelsea di Carabao Cup pada Kamis 27/9 dini hari tadi. Bermain dihadapan para fans, Liverpool harus puas dengan kekalahan 1 - 2 atas Chelsea. Jika dilihat lebih jauh, Chelsea sebenarnya tampil lebih dominan ketimbang Chelsea. Bahkan Daniel Sturridge berhasil mencetak angka terlebih dahulu pada menit ke-58. Sayangnya Chelsea berhasil bangkit dan mencetak dua gol di 10 menit akhir pertandingan. Hal yang paling disesali oleh Klopp adalah kegagalan timnya untuk memaksimalkan peluang yang tercipta. Klopp menjelaskan bahwa timnya merasa kesulitan pada awal permainan. Klopp juga mengakui bahwa permainan Chelsea sulit untuk dibaca. Namun ia juga menjelaskan bahwa Chelsea bukanlah ancaman bagi Liverpool. "Pertandingan itu berjalan dengan sangat sulit. Kedua tim berusaha untuk meraih kemenangan. Namun saat memasuki babak kedua, kami mulai terbiasa dengan permainan mereka." "Di babak pertama kami terlalu banyak membuka ruang, kami tidak bisa bermain antar lini, tapi ada banyak peluang yang tercipta meski tidak terkonversi menjadi gol." "Mereka bukanlah ancaman bagi Liverpool. Kami sudah terbiasa dengan gaya permainan yang ditunjukkan oleh Chelsea." Klopp juga mengatakan timnya harus bermain lebih tenang ketika berhadapan dengan Chelsea. Pasalnya ada banyak peluang yang seharusnya bisa dijadikan gol, namun karena bermain terlalu terburu-buru, peluang tersebut justru gagal dimaksimalkan.  

Jose Mourinho Beri Pujian Tuk David De Gea

Jose Mourinho Beri Pujian Tuk David De Gea

Jose Mourinho selaku pelatih Manchester United melayangkan pujian kepada kiper David De Gea. Mourinho menjelaskan bahwa sang kiper sudah berhasil menunjukkan kualitasnya sebagai kiper terbaik di Inggris. Pujian ini dilayangkan Mourinho setelah penyelamatan gemilang yang dilakukan oleh De Gea. Sang pelatih memang masih memberikan kepercayaan kepada David De Gea untuk mengawal gawang Manchester United ketika berkunjung ke markas Watford. De Gea memang gagal mencatatkan clean sheet pada pertandingan tersebut. Gawang yang ia kawal berhasil dibobol sekali oleh Andre Gray di babak kedua. Namun sang kiper berhasil melakukan penyelamatan yang sangat gemilang pada saat injury time sehingga United bisa terhindar dari kekalahan. Melihat hal ini, Mourinho langsung melayangkan pujian untuk sang kiper. Menurutnya, De Gea merupakan pemain kelas atas yang memiliki kualitas yang luar biasa. "De Gea berhasil melakukan satu penyelamatan fantastis. Namun satu penyelamatan itu adalah penyelamatan yang sangat krusial." "Semua tahu bagaimana seorang kiper membela tim nya, terkadang mereka bahkan tidak memegang bola sama sekali ketika bertanding." "Namun kiper yang profesional adalah kiper yang mampu "hadir" bagi timnya saat momen yang tepat, sama seperti yang dilakukan De Gea pada pertandingan melawan Watford." Berkat penyelamatan tersebut, Manchester United berhasil mencuri poin penuh pada pertandingan tersebut. "De Gea hari ini berhasil menunjukkan kualitasnya di momen yang tepat. Penyelamatan yang dilakukan di detik-detik akhir pertandingan sangat gemilang dan itu sangat bagus untuk kami," tutup Mourinho.

Makalele Sebut Tugas Pogba Di Manchester United Terlalu Berat

Makalele Sebut Tugas Pogba Di Manchester United Terlalu Berat

Tidak dapat dipungkiri, performa yang ditunjukkan oleh Paul Pogba di Manchester United terbilang buruk. Meski ia dan Perancis berhasil menjuarai Piala Dunia 2018, namun performanya untuk kelas klub tergolong buruk. Hal ini terlihat dari rentetan kekalahan yang diraih Manchester United pada awal musim Premier League tahun ini. Banyak kritikan pedas yang dilayangkan netizen kepada Paul Pogba terkait performanya bersama United. Melihat perbedaan performa yang sangat gamblang tersebut, Makalele pun turut angkat bicara. Makalele sendiri merupakan mantan pemain Real Madrid. Menurutnya, tugas yang dipinggul Pogba di United terlalu berat. "Saya melihat Paul Pogba mengenakan jersey United sekaligus Perancis. Kedua tim ini memiliki perbedaan sistem yang mencolok," ungkap Makalele kepada pihak The Sun. "Saat bermain dengan Perancis, strategi yang digunakan adalah mencari posisi, melakukan serangan balik dan permainan cepat. Sedangkan untuk United lebih ke arah penguasaan bola. United ingin Pogba membuat assist sekaligus mencetak gol, ini adalah hal yang sulit, bahkan untuk sosok Pogba sekalipun." Makalele meyebutkan bahwa Pogba tidak bisa bermain sendiri. Harus ada orang yang membantunya dalam meraih gol ataupun menciptakan assist. "Tidak ada yang ragu akan kemampuan Pogba, namun ia tidak bisa bergerak sendiri. Harus ada dukungan dari pemain lainnya untuk mencapai titik tersebut." "Jika kalian ingin melihat permainan terbaiknya, maka setiap komponen yang ada didalam klub juga harus terbaik. Selain itu butuh paling tidak empat bulan untuk kembali fit setelah mengikuti kompetisi Piala Dunia."

Gary Neville Maklumi Kelelahan Yang Dirasakan Oleh Harry Kane

Gary Neville Maklumi Kelelahan Yang Dirasakan Oleh Harry Kane

Tidak dapat kita pungkiri, ada banyak gosip yang mengatakan bahwa pemain Inggris mengalami kekalahan pasca pertandingan di kompetisi Piala Dunia Rusia 2018 silam. Salah satu pemain yang mendapatkan sorotan adalah Harry Kane. Menurut pengamat sepakbola, Harry Kane tidak mendapatkan cukup waktu istirahat. Pasalnya usai kompetisi Piala Dunia, Harry Kane harus menjalani beberapa laga internasional dan juga Premier League. Pada kompetisi piala dunia kemarin, Inggris berhasil merangkak naik ke babak semi final. Hal ini membuat banyak pihak terkejut, pasalnya Inggris memang mengalami kemunduran dalam kompetisi Piala Dunia 2018, baru kali ini Inggris dapat merangkak naik dan menempati posisi yang cukup membanggakan. Mantan pemain Inggris, Gary Neville juga turut memaklumi kelelahan yang dirasakan pemain Inggris, terlebih lagi Harry Kane. Menurutnya hal ini adalah hal yang sangat wajar dan biasa terjadi di dunia sepakbola. Neville menjelaskan bahwa rasa lelah yang dirasakan Harry Kane bukanlah pertandingan di kompetisi Piala Dunia 2018, namun karena pertandingan di level klub yang tiada hentinya. Bayangkan saja, mereka harus bertanding di kompetisi internasional setelah itu mereka masih harus bertanding di level klub. Hal ini yang membuat para pemain merasa kelelahan. "Seperti yang bisa kita lihat, para pemain seperti Harry Kane mulai merasakan dampak kelelahannya sekarang. Mereka saat ini tidak berada dalam kondisi terbaik mereka karena merasa lelah," ungkap Neville kepada pihak Skysports. "Hal tersebut bukan karena satu turnamen saja, namun dari banyak turnamen yang harus mereka jalani tanpa henti. Mereka tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, sama seperti saya ketika musim 2000/01 silam, saya juga merasakan hal yang sama dan itu sangat menyengsarakan." Neville juga menjelaskan bahwa para pemain paling tidak mendapatkan waktu 1 hingga 2 bulan penuh untuk beristirahat dan mengembalikan stamina mereka.

Masa Depan Thibaut Courtois Di Chelsea Belum Ada kejelasan

Masa Depan Thibaut Courtois Di Chelsea Belum Ada kejelasan

Maurizio Courtois selaku pelatih baru Chelsea menjelaskan mengenai masa depan salah satu pemain mereka, Thibaut Courtois. Sang pelatih belum dapat memastikan masa depan Courtois di klub. Ia juga tidak yakin apakah nantinya Courtois akan bertahan dan tetap bermain di Stamford Bridge ataukah tidak di musim depan nanti. Jika kita kilas balik sedikit, Courtois memang sudah santer diberitakan ingin hengkang dari klub sejak tahun lalu. Menurut kabar yang beredar, Courtois sepertinya akan kembali ke Spanyol dan bergabung dengan klub Real Madrid. Saat dikonfirmasi mengenai masa depan Courtois di klub, Sarri menjelaskan bahwa dirinya masih belum tahu apa yang nanti akan dilakukan. "Saat ini ia masih kiper Chelsea, tetapi tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi nanti," buka Sarri kepada pihak Sportsmole. Sarri juga menjelaskan bahwa ia masih belum bisa memastikan apakah Courtois akan bertahan atau tidak.     "Jika kalian bertanya mengenai masa depan Courtois di Chelsea, saya masih belum bisa memastikan apa-apa. Tergantung keputusan klub apakah mau melepasnya atau tidak." "Untuk pindah, semua tergantung dengan pemain. Jika kalian tanya apakah saya akan menggunakannya musim depan, saya akan menjawab ya. Tetapi semua kembali lagi kepada klub." Sebenarnya kepindahan Courtois ke Madrid sudah sangat dekat, sayangnya tawaran 35 juta Pounds yang dilayangkan Real Madrid masih dianggap terlalu rendah sehingga Chelsea memutuskan untuk menahan sang pemain. Kontrak bermain Courtois akan berakhir pada tahun 2019 nanti, jika Real Madrid ingin bersabar, mereka bisa mendapatkannya dengan cuma-cuma jika Chelsea gagal meyakinkan sang pemain untuk tetap bermain di Stamford Bridge.

Matthew Upson: Tidak Akan Ada Air Mata Jika Mourinho Pergi

Matthew Upson: Tidak Akan Ada Air Mata Jika Mourinho Pergi

Mantan penggawa Liverpool, Matthew Upson menjelaskan bahwa nantinya jika Jose Mourinho pergi ataupun dipecat oleh Manchester United, tidak akan ada rasa penyesalan maupun air mata yang akan ditunjukkan oleh para pemain dan juga para fans. Menurut Matthew, Mourinho masih belum mampu menorehkan kesan berarti untuk klub sehingga tidak akan ada yang menyesal dengan kepergiannya. Jose Mourinho sendiri memang sering melontarkan kekesalan dan juga keluhannya. Bahkan ia juga mengeluh tentang jadwal kompetisi Premier League yang dianggap terlalu cepat. Tidak hanya itu saja, ia juga mengeluhkan tentang skuatnya yang tidak lengkap di kompetisi pramusim ini. Seperti yang kita ketahui, Mourinho memang terlihat kesulitan untuk mendatangkan pemain anyar pada musim ini. Ia hanya berhasil mendatangkan Fred dan Diago Dalot. Banyak yang berasumsi pihak Manchester United tidak ingin memenuhi permintaan Jose Mourinho. Bahkan tidak sedikit juga yang mengatakan Mourinho sudah tidak bahagia melatih Manchester United.     Masih ingat dengan kekalahan Manchester United kontra Liverpool di kompetisi International Champions Cup kemarin ? Mourinho juga mengatakan bahwa tim yang bermain bukanlah tim Manchester United. "Ini bukanlah tim kami. Ini juga bukan skuat Manchester United," ungkap Jose Mourinho. Menurut Matthew, seharusnya seorang pelatih tidak boleh berbicara seperti itu. Ia juga menjelaskan bahwa hal tersebut menunjukkan ketidakpercayaan pelatih terhadap pemain yang ada di klub. "Saya tidak tahu mengapa ia berkata seperti itu. Saya rasa itu tidak ada manfaatnya," ungkap Matthew seperti dilansir pihak Express. "Dia tidak akan bisa mendapatkan kemampuan terbaik para pemain jika menggunakan cara seperti itu. Apakah ia senang membuat malu pemainnya di hadapan publik ?" "Dulu saat ia pergi dari Inter, semua pemain dan fans menangis. Tetapi saya rasa respon yang akan ia dapatkan sekarang tidak akan seperti dulu."

Tim Kuda Hitam Dalam Kompetisi Premier League Musim Ini

Tim Kuda Hitam Dalam Kompetisi Premier League Musim Ini

Premier League menjadi kompetisi sepakbola yang paling bergengsi di dunia. Banyak tim hebat yang bermain dalam kompetisi ini, sebut saja Manchester United, Manchester City, Chelsea, Tottenham dan klub lainnya. Klub-klub ini juga kuat dalam hal finansial sehingga para pemainnya merupakan pemain mahal dan memiliki kemampuan yang luar biasa. Persaingan yang terjadi di Premier League juga selalu menarik untuk diikuti. Dulunya Premier League hanya dikuasai oleh Manchester United, Arsenal serta Liverpool. Tetapi sejak kehadiran Manchester City dan juga Chelsea, persaingan yang terjadi semakin sengit dan ketat. Untuk musim ini, ada beberapa tim yang disebut sebagai kuda hitam, tim apa saja itu ? 1. West Ham United     Seperti yang kita ketahui, West Ham menjadi klub yang sangat agresif dalam bursa transfer pemain musim ini. Mereka juga berhasil mendatangkan nahkoda anyar, Manuel Pellegrini. Sang nahkoda juga pernah melatih klub sekaliber Real Madrid dan juga Manchester City. Selain mendatangkan pelatih anyar, mereka juga berhasil mendatangkan Jack Wilshere, Andriy Yarmalenko serta Felipe Anderson. Belum puas dengan lini pertahanan, West Ham juga berhasil memboyong Issa Diop dan juga Fabien Balbuena. Dengan komposisi skuat yang sangat solid, West Ham tentunya mampu memberikan ancaman nyata kepada klub-klub raksasa Inggris lainnya. 2. Wolverhampton Wanderers     Wolverhampton Wanderers akhirnya berhasil kembali masuk ke kompetisi kasta wahid Inggris setelah sempat jatuh ke kasta kedua. Bahkan mereka mampu meraih gelar juara divisi Championship 2017/2018 dengan keunggulan 9 poin. Selisih yang mereka raih saat ini menjadi rekor terbaik mereka sejak musim 2013/2014. Salah satu kunci dari keberhasilan The Wolves adalah Jorge Mendes. Ia merupakan agen dari Cristiano Ronaldo yang berhasil membawa banyak pemain kelas dunia untuk bermain bersama The Wolves. Jangan remehkan klub pendatang baru, tentu kalian masih ingat bukan dengan kemenangan Leicester di musim 2015/2016 silam ? 3. Leicester City     Seperti yang sudah kita bahas tadi, Leicester City pernah menjadi juara Premier League pada musim 2015/16 silam. Sayangnya performa mereka menurun pada musim selanjutnya dimana mereka hanya mampu meraih papan tengah kompetisi Premier League. Meski begitu, The Foxes masih memiliki amunisi yang cukup kuat, yakni Kesper Schmeicel serta Jamie Vardy. Meski menjadi tim underdog, mereka masih menjadi tim yang perlu diwaspadai oleh klub raksasa Inggris lainnya.  

Mohamed Salah Resmi Mendapat Perpanjangan Kontrak Di Liverpool

Premier League, Mohamed Salah, Liverpool

Pihak Liverpool telah memberi konfirmasi terkait perpanjangan kontrak bermain Mohamed Salah. Meski begitu, perpanjangan kontrak yang dikonfirmasi oleh pihak Liverpool masih belum jelas, pasalnya tidak disebutkan masa kontrak bermain yang diberikan dan pihak Liverpool hanya memberikan kode "jangka panjang" saja kepada pers. Kontrak tersebut memang menjadi kontrak yang sangat rahasia. Pada musim 2017/18 kemarin, sang pemain bintang asal Mesir tersebut memang mampu menunjukkan konsistensinya dalam bermain hingga mampu membawa Liverpool memasuki babak final Liga Champions. Meski begitu, mereka harus menelan kekalahan atas juara bertahan Real Madrid. Tetapi keberhasilan mereka untuk memasuki babak final patut diacungi dua jempol. Penampilan impresif dari Mohamed Salah juga terbukti dari cetakan gol yang ia raih. Dalam 52 pertandingan yang ia mainkan bersama Liverpool disemua kompetisi, Mohamed Salah sukses menyumbangkan 44 gol. Raihan ini tentu menjadi angka yang fantastis. Selain itu Salah juga berhasil meraih gelar top skorer Premier Leagude dan juga menjadi Player of the Month di kompetisi yang sama. Raihan yang didapatkan oleh Mohamed Salah hanya berjarak tiga gol saja dari Ian Rush yang menduduki peringkat pertama pencetak gol terbanyak di Liverpool sepanjang masa. Bahkan pelatih Liverpool sendiri memberikan apresiasi atas apa yang sudah ditunjukkan oleh Mohamed Salah. Menurut Jurgen Klopp, performa yang ditunjukkan oleh Salah dapat disetarakan dengan pemain kelas dunia lainnya seperti Cristiano Ronaldo ataupun Lionel Messi. Dari 44 gol yang diraih oleh Salah, 32 golnya berasal dari kompetisi bergengsi Premier League, sedangkan sisanya didapatkan dari kompetisi lain. Melihat performa cemerlang selama musim kemarin, wajar saja jika Liverpool tidak ingin kehilangan sosok Salah di barisan penyerangan The Reds.

Top