You are here
Home > Piala Dunia 2018

Tanggapan Federasi Sepakbola Jerman Terkait Pengunduran Diri Ozil

Tanggapan Federasi Sepakbola Jerman Terkait Pengunduran Diri Ozil

Sebelumnya Mesut Ozil baru saja memutuskan untuk berhenti dari timnas Jerman setelah timnya kalah dalam kompetisi Piala Dunia 2018. Seperti yang kita ketahui, banyak orang yang melakukan tindakan rasis kepada Ozil karena ia kedapatan berfoto bersama Presiden Turki. Padahal jika kita melihat kilas balik perjalanan Ozil bersama Jerman, performa yang ditunjukkan Ozil cukup impresif. Sang pemain bahkan berhasil menyumbangkan 1 trofi Piala Dunia di tahun 2014 silam. Sayangnya pada tahun ini, performa Ozil menurun drastis sehingga banyak yang mengaitkannya dengan darah Turki yang ada dalam diri Ozil. Melihat keputusan Ozil untuk pensiun dari timnas, pihak Federasi Sepakbola Jerman akhirnya angkat suara. "Pihak Federasi Sepakbola Jerman ( DFB ) telah menghubungi Mesut Ozil terkait perihal pengunduran dirinya," tulis media Sports Illustrated. "Ia telah bermain sebanyak 92 kali bersama kami. Ozil juga sudah membawa tim ini menuju era suksesnya pada tahun 2014 silam ketika kami berhasil mengangkat trofi Piala Dunia 2014. Kontribusinya bagi Jerman sangatlah besar. Kami berterima kasih kepada Ozil karena telah mengenakan Jersey Jerman dan telah bermain bersama kami selama ini." "Banyak yang mempertanyakan perihal fotonya bersama Presiden Turki. Kami meminta maaf karena seharusnya kami memberikan perlindungan lebih kepada Ozil. Kami tahu bahwa fotonya dengan Presiden Turki tidak ada hubungannya dengan performa bermainnya di Piala Dunia. Kekalahan kemarin adalah kekalahan bersama karena kami adalah tim." "Kami senang jika Ozil bermain bersama kami. Tetapi kami akan menghargai keputusannya. Kami juga tidak akan memberikan komentar terkait pernyataan yang tidak kami pahami. DFB akan menghormati dan menghargai apa yang sudah diputuskan oleh Ozil."  

Neymar Sebut Kritikan Pada Dirinya Terlalu Berlebihan

Neymar Sebut Kritikan Pada Dirinya Terlalu Berlebihan

Pemain bintang timnas Brasil, Neymar mengatakan bahwa kritikan yang dilayangkan publik kepada dirinya terkait performanya di Piala Dunia 2018 terlalu berlebihan. Jika kita melihat kebelakang sedikit, reaksi yang ditunjukkan oleh Neymar ketika dilanggar oleh pemain lawan memang terlihat sedikit berlebihan. Tidak dapat dipungkiri, selama kompetisi Piala Dunia 2018 berlangsung, sosok yang paling mendapat perhatian publik adalah Neymar. Ia menerima banyak kritikan pedas yang dilayangkan dari publik sepakbola dunia karena terlalu "lebay" ketika dilanggar oleh pemain lain. Salah satu yang paling teringat di benak publik adalah ketika Neymar jatuh terguling-guling karena dilanggar oleh tekel lawan. Karena hal tersebut, banyak ejekan yang dilayangkan kepada dirinya. Melihat hal ini, Neymar akhirnya angkat bicara. "Publik memang selalu lebih cepat dalam memberikan kritikan, padahal kami yang dilanggar, seharusnya kami yang memberi kritikan, bukan netizen," ungkap Neymar ketika diwawancarai oleh pihak AFP. "Saya ada di kompetisi tersebut untuk bermain, bukan untuk ditendang dan dikritik. Semua yang dilontarkan oleh publik terlalu berlebihan, tetapi saya sudah biasa dengan hal ini dan saya akan tetap bersikap dewasa." "Perlu kalian tahu, saya ingin menjadi wasit disaat saya juga bermain sebagai seorang pemain, tetapi itu adalah hal yang mustahil." "Semua kritikan yang dilayangkan saya anggap sebagai sbuah lelucon. Piala Dunia kemarin penuh dengan humor. Saya bahkan sempat memposting foto dengan anak saya terkait hal ini." "Ciri khas saya dalam bermain sepakbola adalah drible. Ketika berhadapan dengan lawan, saya tidak bisa berperilaku sopan dengan mengatakan permisi, saya mau lewat dan mau mencetak gol. Mereka harus mengerti akan hal ini," tutup Neymar.

Presiden Perancis – Emmanuel Macron Lakukan Selebrasi Melalui Podium Penonton

Presiden Perancis - Emmanuel Macron Lakukan Selebrasi Melalui Podium Penonton

Emmanuel Macron selaku Presiden Perancis tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan senangnya ketika timnas Perancis mencetak gol pada pertandingan final Piala Dunia 2018. Setiap kali pasukannya mencetak gol, ia tanpa malu dan ragu melakukan selebrasi di atas podium penonton. Skuat yang diasuh oleh Didier Deschamps tersebut memang tampil dengan apik pada pertandingan tersebut. Pada pertandingan final Piala Dunia 2018, timnas Perancis dipertemukan dengan timnas Kroasia. Sebenarnya Kroasia sendiri menjadi tim kuda hitam pada kompetisi kali ini. Pasalnya mereka merupakan tim yang tidak diunggulkan sejak awal. Tetapi mereka mampu menunjukkan kualitasnya hingga berhasil masuk ke babak final dan berhadapan dengan tim yang diunggulkan untuk menjadi juara, Perancis. Pada pertandingan tersebut, Perancis mampu keluar sebagai pemenangan dengan agregat skor 4 - 2 atas Kroasia. Gol tersebut ditorehkan oleh Antoine Griezmann, Paul Pogba dan Kylian Mbappe. Sedangkan gol Kroasia dicetak oleh Mario Mandzukic. Wajar saja jika Presiden Emmanuel Macron melakukan selebrasi. Pasalnya pada pertandingan ini lawan yang mereka hadapi terbilang kuat sehingga setiap gol yang tercipta diapresiasi oleh sang presiden dengan penuh kegembiraan. Emmanual Macron sendiri duduk di podium VIP bersama dengan Kolinda Grabar-Kitarovic selaku Presiden Kroasia. Bahkan Vladimir Putin selaku Presiden Rusia juga turut hadir didalam podium tersebut. Selebrasi yang dilakukan oleh sang presiden sampai-sampai membuat terkejut kedua presiden lainnya. Macron memang terlihat tanpa ragu ketika melakukan selebrasi. Ia tertangkap kamera melakukan lompatan serta jogetan sembari mengarahkan kepalan tangan ke udara. Macron terlihat sangat bersemangat pada pertandingan tersebut. Hal ini tentunya menjadi hal yang wajar sebab tim yang sedang bertanding membawa nama Perancis di pundaknya. Kolinda yang berdiri bersebelahan dengan Macron juga turut merayakan kemenangan Perancis. Meski berada di posisi kalah, Kolinda menganggap pertandingan tersebut adalah pertandingan yang bagus dan tidak ada yang perlu ditangisi dari pertandingan tersebut. Saat pemberian gelar kepada pemain serta trofi kemenangan, hujan memang mengguyur lapangan. Meski hujan, Macron serta Kolinda seakan tidak terganggu dengan hujan tersebut dan dengan bangga memberikan penghargaan. Setelah pembagian trofi, Piala Dunia 2018 resmi berakhir.

Jose Mourinho Sebut Inggris Kalah Dengan Terhormat

Jose Mourinho Sebut Inggris Kalah Dengan Terhormat

Jose Mourinho selaku pelatih klub raksasa Inggris Manchester United melayangkan pujian kepada timnas Inggris. Meskipun Inggris harus pulang, Mourinho mengatakan bahwa Inggris pulang dengan terhormat karena telah menampilkan permainan yang sangat apik dan solid sepanjang pertandingan melawan Kroasia kemarin. Pada pertandingan melawan Kroasia, Inggris harus dipukul mundur setelah menelan kekalahan dengan skor 2 - 1 atas Kroasia. Sosok Mario Mandzukic-lah yang menjadi penentu kemenangan Kroasia. Ia berhasil mencetak satu gol kemenangan di babak extra time. Mourinho juga menjelaskan mengapa Inggris sampai menangis setelah kalah atas Kroasia. "Mereka sudah berjuang dan sudah sangat dekat dengan gelar juara, wajar saja mereka menangis pada pertandingan tersebut," ungkap Mourinho seperti dilansir pihak Russia Today. Meskipun harus pulang, Mourinho melihat adanya potensi besar pada timnas Inggris. Ia juga percaya Inggris dapat memenangkan Piala Dunia kedepannya. "Mereka punya alasan untuk terus maju. Mereka harus optimis karena mereka memiliki semua yang dibutuhkan untuk meraih gelar juara." "Inggris jauh lebih baik ketimbang Piala Dunia sebelumnya. Banyak pemain muda disana dan mereka bisa meraih kemenangan pada kompetisi Piala Dunia berikutnya. Pengalaman bermain di level klub akan membawa mereka semakin dekat dengan gelar juara." Mourinho juga menyatakan dukungan kepada Gareth Southgate. Ia merasa bahwa Gareth Southgate merupakan pelatih yang paling tepat untuk menangani Inggris. "Saya akan mempertahankan Southgate tanpa ragu jika menjadi pengambil keputusan di FA. Ia dan Holland mampu membawa tim ini menjadi pemenang di Euro dan juga Piala Dunia berikutnya." "Mereka akan pulang ke Inggris dengan suatu kebanggaan. Perjuangan mereka patut diacungi jempol. Mereka mampu bermain dengan apik yang seharusnya membuat negara bangga kepada mereka."

Fernandinho Dapat Perlindungan Dari Brasil Setelah Alami Tindak Rasisme

Fernandinho Dapat Perlindungan Dari Brasil Setelah Alami Tindak Rasisme

Pada pertandingan Brasil melawan Belgia kemarin, ada satu kejadian yang menjadi sorotan publik serta media, yakni gol bunuh diri yang dilakukan oleh Fernandinho. Setelah melakukan gol bunuh diri pada pertandingan tersebut, Fernandinho mendapatkan banyak tindakan rasisme, melihat hal itu pihak Brasil telah mendeklarasikan perlindungan kepada Fernandinho. Sang pemain memang hanya bisa tertunduk lesu ketika bola yang ditembakkan Belgia secara tidak sengaja terkena kakinya sehingga bola masuk ke gawang yang dijaga oleh Alisson Becker. Gol bunuh diri tersebut memancing sikap rasisme para fans Brasil. Kejadian tersebut dianggap sebagai salah satu faktor gugurnya Brasil dalam kompetisi Piala Dunia 2018. Pada pertandingan tersebut, Brasil hanya mampu membalas satu gol dari total dua gol yang dicetak oleh Belgia. Tidak hanya Fernandinho saja yang mengalami tindakan rasisme, sang istri, Glaucia Rosa serta ibu Fernandinho juga mengalami hal yang serupa sehingga mereka harus menutup akun Instagram mereka untuk menghindari tindak rasisme tersebut. Melihat tindakan yang semakin agresif, pihak federasi sepakbola Brasil, CBF langsung menanggapi hal ini dengan serius. Mereka menyatakan dukungan kepada Fernandinho melalui postingannya di Instagram. "CBF sangat menolak aksi rasisme, khususnya tindakan rasisme yang ditujukan kepada Fernandiho serta keluarganya," tulis CBF seperti dilansir pihak talkSPORT. Tidak hanya CBF saja yang memberikan dukungan, Mundo Negro selaku website internet dan majalah yang fokus pada budaya ras kulit hitam juga menyatakan dukungan kepada Fernandinho. "Kekalahan Brasil memang sangat disayangkan, tetapi tindakan rasisme tidak pernah dibenarkan, apapun masalahnya ! Kami bersama anda Fernandinho," tulis Mundo Negro. Sebenarnya hal ini bukanlah pertama kalinya ia mengalami kejadian rasisme, sebelumnya di tahun 2014, ia juga pernah mengalami perlakuan yang sama seperti yang ia rasakan sekarang ini.

De Bruyne Sebut Brasil Tak Mengerti Cara Hadapi Belgia Di Babak Pertama

De Bruyne Sebut Brasil Tak Mengerti Cara Hadapi Belgia Di Babak Pertama

Kevin De Bruyne selaku pemain timnas Belgia mengatakan bahwa timnas Belgia telah menunjukkan permainan yang sangat rapi dan apik saat berhadapan dengan timnas Brasil. Pada pertandingan tersebut Brasil memang tampak kewalahan menghadapi gempuran timnas Belgia. De Bruyne lantas mengatakan Brasil tidak paham bagaimana cara menghadapi Belgia pada babak pertama. Pada pertandingan tersebut, Belgia berhasil unggul atas Brasil dengan skor 2 - 0 pada babak pertama. Kedua gol tersebut berasal dari kaki De Bruyne serta gol bunuh diri Fernandinho. "Taktik yang kami gunakan sangat tepat saat menghadapi Brasil," ungkap De Bruyne kepada pihak FourFourTwo. "Lukaku dan Eden Hazard melakukan pertukaran posisi sehingga memberikan pelouang saat berhadapan dengan Marcelo di sektor sayap," lanjutnya. "Permainan yang kami tunjukkan di babak pertama sangat rapi. Banyak peluang yang kami dapatkan dan Brasil tidak tahu bagaimana menghadapi situasi itu." Brasil sempat bangkit pada babak kedua dan mencetak satu gol. Tetapi mengejar ketertinggalan dua gol bukanlah hal yang mudah, khususnya di kompetisi Piala Dunia. De Bruyne mengatakan bahwa perubahan taktik yang diterapkan timnas Brasil pada babak kedua memang membuat permainan mereka meningkat, tetapi tidak cukup baik untuk mengalahkan Belgia. "Permainan Brasil di babak kedua membaik. Tetapi mereka tetap tidak bisa mengalahkan kami." Pada pertandingan selanjutnya, Belgia akan berhadapan dengan tim kuat Perancis. De Bruyne menjelaskan bahwa pertandingan nanti tidak bisa diremehkan karena lawan mereka adalah salah satu kandidat juara tahun ini. "Perancis merupakan tim yang solid. Siapapun yang masuk ke babak semifinal sudah pasti tim yang kuat. Kami tidak boleh meremehkan mereka." "Kami sangat bangga bisa maju ke babak semifinal. Kami akan melakukan yang terbaik untuk dapat menang atas Perancis."  

Data Serta Fakta Yang Harus Diketahui Tentang Timnas Perancis

Data Serta Fakta Yang Harus Diketahui Tentang Timnas Perancis

Berikut ini data dan fakta tentang timnas Perancis yang harus kalian ketahui : 1. Timnas Perancis memiliki ambisi yang sangat besar untuk dapat lolos ke babak semifinal Piala Dunia 2018. Terakhir kali timnas Perancis masuk ke babak semifinal Piala Dunia yaitu pada tahun 2006 silam. 2. Timnas Perancis belum pernah menelan kekalahan dari sembilan pertandingan terakhir ketika berhadapan dengan tim dari Amerika Selatan. Total raihan timnas Perancis adalah lima menang dan empat kali imbang. Dalam sembilan pertandingan tersebut, tujuh diantaranya timnas Perancis berhasil menjaga clean sheet. 3. Kylian Mbappe berhasil menyumbangkan tiga gol untuk Perancis di ajang kompetisi Piala Dunia 2018. Mbappe menjadi pemain remaja yang berhasil mencetak gol tersebut setelah Pele pada Piala Dunia tahun 1958 silam dengan torehan enam gol. 4. Sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya ada dua nama remaja yang berhasil mencetak gol yang lebih banyak ketimbang Kylian Mbappe, mereka adalah Pele dan juga Edmund Conen yang berasal dari timnas Jerman dengan torehan empat gol di ajang kompetisi Piala Dunia 1934 silam. 5. Antoine Griezmann berhasil menyumbangkan enam gol dari lima penampilannya selama babak knock out. Gol ini didapat dari kompetisi Piala Dunia dan juga Piala Eropa. 6. Sayangnya Griezmann hanya berhasil mencetak dua gol saja dari 12 kali percobaan di Piala Dunia 2018. Kedua gol tersebut didapatkan Griezmann melalui titik putih. Itu dia beberapa fakta unik dari timnas Perancis. Sebentar lagi timnas Perancis akan dipertemukan dengan timnas Uruguay dalam pertandingan lanjutan Piala Dunia 2018 babak enam belas besar.    

Hakan Mild Sebut Inggris Terlalu Arogan Kontra Swedia

Hakan Mild Sebut Inggris Terlalu Arogan Kontra Swedia

Hakan Mild selaku mantan pemain timnas Swedia mengatakan bahwa timnas Inggris terlalu sombong melihat lawan mereka ada Swedia. Mild memperingatkan bahwa timnas Inggris berpotensi terpeleset jika terus meremehkan lawan yang akan mereka hadapi. Inggris mengikuti kompetisi Piala Dunia dengan memegang status sebagai tim unggulan. Mereka juga mampu memenangkan pertandingan atas timnas Kolombia secara dramatis melalui adu pinalti. Timnas Inggris nantinya akan berhadapan dengan timnas Swedia. Memang timnas Inggris lebih diunggulkan untuk menang, tetapi itu tidak menutup kemungkinan bahwa timnas Swedia mampu menjadi batu sandungan bagi timnas Inggris. Mild percaya bahwa dengan sedikit kesalahan saja, timnas Inggris bisa jatuh pada pertandingan melawan Swedia. "Inggris tidak pernah takut melawan tim kecil seperti Swedia, dan itu bagus untuk Swedia." Mild percaya situasi seperti ini lebih menguntungkan pihak timnas Swedia. "Pada babak 16 besar seperti sekarang ini, Inggris biasanya akan bermain panjang. Saya merasa mereka terlalu arogan." "Mereka terlalu percaya diri akan memenangkan pertandingan melawan Swedia. Tetapi jangan sampai kearoganan mereka membuat mereka terpeleset pada pertandingan nanti." Mild juga menilai bahwa tim Inggris tidaklah terlalu istimewa sehingga tidak akan menjadi masalah besar untuk timnas Swedia. "Inggris mengira mereka tim yang hebat, sebenarnya tidak terlalu hebat. Mereka hanyalah sekumpulan bocah yang menghasilkan banyak uang." "Inggris sangat mudah kebobolan dan mereka tidak bisa memberikan determinasi yang baik." Inggris akan berhadapan dengan Swedia pada pertandingan lanjutkan babak 16 besar Piala Dunia pada tanggal 7 Juli nanti. Kita saksikan saja permainan apa yang akan ditunjukkan Inggris saat melawan Swedia nanti.

Cristiano Ronaldo: Kami Kalah Dengan Bangga !

Timnas Portugal, Timnas Uruguay, Piala Dunia 2018, Cristiano Ronaldo

Portugal baru saja tersingkir dari kompetisi Piala Dunia 2018 setelah kalah atas Uruguay. Pada pertandingan tersebut, Portugal harus puas dengan skor 1 - 2. Dua gol yang disumbangkan oleh Edinson Cavani untuk Uruguay hanya bisa dibalas dengan 1 gol yang dicetak oleh Pepe. Berkat kekalahan tersebut, Cristiano Ronaldo dan rekan harus meninggalkan kompetisi Piala Dunia. Meski begitu Ronaldo tidak memandang kekalahan ini sebagai sebuah petaka, justru Ronaldo mengaku bangga dengan raihan hasil ini. Performa skuat Portugal di lapangan hijau sebenarnya lebih mendominasi dan cantik ketimbang skuat Uruguay. Sayangnya Ronaldo mengatakan bahwa yang terpenting dalam pertandingan bukanlah permainan yang cantik, melainkan jumlah gol yang tercetak yang bisa membawa sebuah tim meraih kemenangan. "Sebenarnya permainan kami lebih baik ketimbang Uruguay. Tetapi dalam sebuah pertandingan, permainan cantik tidak bisa membawa kalian menang. Jumlah gol yang dicetak yang mampu membawa kalian menang. Kami sudah berjuang dengan sekuat tenaga. Uruguay adalah tim yang sangat kuat dan mereka patut diberi ucapan selamat" ungkap Ronaldo. Meskipun harus angkat kaki dari kompetisi, Ronaldo mengaku sangat bangga dengan performa timnya. Bahkan ia mengatakan Portugal memiliki kesempatan untuk menjadi juara di kemudian hari. "Kami pulang dengan kepala tegak. Saya bangga bisa bermain bagi Portugal dan saya bangga dengan rekan di timnas Portugal. Mereka adalah teman dan tim yang fantastis. Saya bangga dengan semua aspek yang ada di tim termasuk pelatih," lanjut Ronaldo. "Kekalahan memang tidak pernah menjadi hal yang baik, tetapi pertarungan melawan Uruguay berjalan dengan sangat baik dan kami sudah berjuang. Jadi tidak ada yang perlu disesali. Pertandingan Piala Dunia tahun ini berjalan dengan positif," tutup pemain bintang Real Madrid tersebut.

Cho Hyun-Woo, Sosok Dibalik Kekalahan Timnas Jerman

Cho Hyun-Woo, Sosok Dibalik Kekalahan Timnas Jerman

Fakta yang sangat mengejutkan datang dari timnas Jerman, pasalnya mereka yang menjadi tim unggulan justru harus gugur pada fase grup setelah menelan kekalahan pahit atas Korea Selatan. Kekalahan Jerman atas Korea Selatan memang sangat mengejutkan, jika dilihat dari atas kertas, skuat Jerman memiliki pemain yang jauh lebih hebat ketimbang Korea Selatan. Der Panzer harus rela gugur setelah menelan kekalahan 0 - 2 atas Korea Selatan. Banyak pihak yang menyayangkan kegagalan Jerman dalam Piala Dunia 2018. Seperti yang kita ketahui, Jerman merupakan tim favorit sekaligus tim juara bertahan. Selain itu Jerman juga merupakan tim yang menduduki peringkat pertama di FIFA. Sebenarnya timnas Jerman mendominasi permainan sejak peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, sayangnya setiap peluang yang mereka ciptakan mampu dimentahkan oleh Korea Selatan. Semua ancaman dari Jerman mampu diredam oleh kiper Korea Selatan yang bernama Cho Hyun-Woo. Pada pertandingan tersebut, sebenarnya Jerman berhasil membuat 28 tembakan ke arah gawang Hyun-Woo, sayangnya semua dapat diantisipasi dengan baik oleh sang kiper. Memang tidak semua tembakan tersebut merupakan ancaman, tetapi ada dua momen penting yang sangat memorable dalam aksinya tersebut, yakni ketika Hyun-Woo mengamankan tendakan keras yang dilesatkan oleh Toni Kroos di menit ke 88. Sepanjang pertandingan berlangsung, Hyun-Woo berhasil menyelamatkan gawang dari enam tendangan berbahaya. Sebenarnya sosok Hyun-Woo bukanlah pilihan utama Shin Tae-Yong, masih ada dua nama kiper yang justru jauh lebih handal dari dirinya, yakni Kim Sewung-Gyu dan Kim Jin-Hyeon. Tetapi sang pelatih mencoba untuk bertaruh dengan memainkan Hyun-Woo, secara mengejutkan, Hyun-Woo justru mampu menunjukkan kualitasnya sehingga Korea Selatan mampu menjaga gawang mereka dengan sangat baik. Berkat penyelamatan yang dilakukan Hyun-Woo, Jerman gagal melanjutkan kompetisi ini dan harus puas dengan kekalahan 0 - 2 atas Korea Selatan. Cho Hyun-Woo juga menjadi man of the match pada pertandingan tersebut.

Messi: Argentina Tidak Takut Hadapi Timnas Perancis

Lionel Messi, Piala Dunia 2018, Timnas Argentina

Pemain bintang Barcelona dan Timnas Argentina, Lionel Messi mengaku dirinya dan rekan tidak gentar menghadapi timnas Perancis di babak 16 besar kompetisi Piala Dunia 2018. Timnas Argentina baru saja meraih satu tiket untuk menuju babak 16 besar setelah menumbangkan Nigeria dengan skor 2 - 1. Meski memulai musim dengan kesulitan, tetap Argentina berhasil memenangkan pertandingan melawan Nigeria. Dengan kemenangan atas Nigeria, Messi yang sebelumnya menerima banyak kritikan pedas mampu menjawab keraguan publik Argentina melalui kemenangan tersebut. "Kami sudah memperhatikan dan menganalisa pertandingan yang dimainkan oleh Perancis," ungkap Leo seperti yang dilansir oleh pihak Sportsmole. Menurut Leo, Argentina sudah mempelajari gaya bermain Perancis dan akan berusaha untuk menemukan cara yang tepat untuk mengalahkan Perancis. "Kami sudah mempelajari permainan yang ditampilkan oleh timnas Perancis. Harus diakui, mereka memang tim yang kuat dan memiliki pemain yang berbakat." "Pemain mereka memiliki skill diatas rata-rata dan berkemampuan tinggi. Pemain itu mampu membawa perbedaan di kompetisi ini," lanjut Leo. Leo bersama rekan mensyukuri kemenangan yang didapat atas Nigeria kemarin. "Kami sempat menderita, tetapi kami bersyukur dapat memenangkan pertandingan itu." "Kami senang dengan hasil ini, sebelumnya ada beban besar yang harus kami panggul, tetapi dengan kemenangan itu kami merasa sedikit lega." Argentina saat ini hanya memiliki jarak 3 hari sebelum berhadapan dengan Perancis. Meski begitu Leo mengatakan timnya akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi Perancis. "Persiapan demi persiapan sudah kami lakukan. Kami akan menghadapi Perancis dengan kekuatan penuh," tutup Leo.

Lescott: De Gea Masih Jadi Pilihan Utama Spanyol

Lescott: De Gea Masih Jadi Pilihan Utama Spanyol

Menurut Joleon Lescott, posisi David De Gea dibawah mistar gawang Spanyol masih akan terus dipertahankan oleh Fernando Hierro. Timnas Spanyol baru sana mengamankan posisi mereka untuk masuk ke babak 16 besar kompetisi Piala Dunia 2018 setelah bermain imbang melawan Maroko. Setelah bermain imbang 2 - 2, Spanyol berhasil memuncaki puncak klasemen grup. Meski berhasil berdiri tegak di puncak grup, catatan mereka sepanjang kompetisi ini tidak bisa sepenuhnya dibilang bagus, pasalnya La Fura Roja harus puas dengan rekor kebobolan 5 gol sepanjang kompetisi ini. Meski demikian, Lescott berpendapat Hierro tidak akan menggantikan posisi David De Gea. "De Gea menghadapi tekanan yang luar biasa besar, ini berbeda dengan kompetisi yang ia mainkan selama ini," jelas Lescott kepada pihak BBC Four. Menurut Lescott, posisi De Gea di timnas masih aman, pasalnya hingga saat ini belum ada kiper yang bisa menyaingi kemampuannya dibawah mistar gawang. "Saya yakin pelatih Spanyol masih mempercayai kemampuan De Gea." "Ia tidak akan digantikan. Ia akan tetap bermain sebagai pemain utama di fase gugur nanti." Hal ini tampaknya benar adanya, ini dikarenakan Hierro hanya membawa tiga kiper ke kompetisi ini, mereka adalah Kepa Arrizzabalaga dan Pepe Reina. Sayangnya performa kedua kiper pada musim ini masih jauh dibawah David De Gea sehingga belum ada kiper yang bisa menggantikan posisi De Gea di tim. Sebenarnya Pepe Reina menjadi sosok yang paling tepat untuk dimainkan, sayangnya performanya musim ini bisa dibilang buruk sehingga kemungkinan besar sang pelatih tidak akan memainkannya di fase gugur.

Joachim Layangkan Pujian Kepada Toni Kroos

Joachim Layangkan Pujian Kepada Toni Kroos

Joachim Low baru saja melayangkan pujiannya kepada pemain gelandang yang menjadi andalannya, Toni Kroos setelah tampil sebagai pahlawan pada pertandingan melawan Swedia dini hari tadi. Bagaimana tidak, Toni Kroos mampu mencuri gol pada saat-saat genting yang membawa kemenangan kepada Jerman. Melihat hal ini, Joachim pun lantas memberikan pujian spesial bagi Toni Kroos. "Saya puas dengan performa Toni. Ia berhasil memecah kebuntuan di saat-saat genting," ungkap Joachim seperti dilansir pihak Sportsmole. "Tendangan bebas yang ia lesatkan sangat indah dan saya puas dengan gol tersebut. Gol itu menjadi gol yang sangat krusial pada pertandingan kemarin." Dengan raihan kemenangan atas timnas Swedia membuat Jerman dapat sedikit bernafas lega di kompetisi Piala Dunia tahun ini. Timnas Jerman memang harus menelan kekalahan pahit pada pertandingan melawan Meksiko. "Meski kami harus menelan kekalahan pada laga melawan Meksiko, tetapi kami mampu membayarnya di pertandingan ini. Saya sangat puas dengan performa Toni, meski membuat kesalahan, ia mampu menebus kesalahan yang ia buat dan berhasil mencetak gol. Itu adalah hal yang luar biasa," ungkap Joachim. Pada pertandingan selanjutnya, timnas Jerman akan dihadapkan dengan timnas Korea Selatan. Korea Selatan sendiri sudah dipastikan akan gugur dari fase grup setelah menelan dua kekalahan. Nantinya pertandingan melawan Korea Selatan akan digelar di Kazan Arena pada hari Rabu 27/6 esok.

Fakta Seru Kemenangan Swiss Atas Serbia

Fakta Seru Kemenangan Swiss Atas Serbia

Timnas Swiss baru saja meraih kemenangan atas Serbia pada kompetisi Piala Dunia 2018 yang digelar paa hari Jumat 22/6 kemarin. Dengan kemenangan yang mereka raih ini, peluang mereka untuk lolos dari fase grup juga semakin besar. Pada pertandingan tersebut, ada beberapa fakta unik yang harus kalian ketahui. Kami sudah rangkumkan fakta-fakta tersebut, mari kita cek bersama. Kemenangan tersebut merupakan kemenangan "comeback" pertama selama pergelaran Piala Dunia 2018 berlangsung. Timnas Swiss sejatinya tertinggal lebih dulu melalui gol Aleksandar Mitrovic pada menit kelima. Tetapi pada babak kedua, Granit Xhaka berhasil mencetak gol penyama kedudukan bagi Swiss. Gol kedua Swiss tercipta di menit-menit akhir pertandingan, yakni menit ke 90 elalui Xherdan Shaqiri. Apa kalian ingat selebrasi yang dilakukan oleh Xhaka dan Shaqiri ? Merasa ada yang aneh ? Jika kalian tidak tahu keanehan apa yang ada pada selebrasi mereka, maka kami akan memberitahu kalian. Keanehan tersebut terletak pada bentuk tangan mereka yang melambangkan Albania. Simbol ini dianggap dapat membakar ketegangan antara Serbia dan etnis Albania.. Hal ini tentunya berbau politik melihat ketegangan yang terus terjadi sejak tahun 2008 silam. Sebagai tambahan informasi, Xhaka dan Shaqiri merupakan keturunan Kosovo yang menjadi bekas provinsi Serbia. Kosovo mendeklarasika kemerdekaannya, sayang pihak Serbia tidak mengakui kemerdekaan tersebut sehingga ketegangan terus terjadi hingga saat ini. Sebenarnya pihak FIFA melarang keras adanya unsur politik dalam sepakbola, melihat hal ini Shaqiri angkat bicara. "Itu merupakan luapan emosi, dan emosi itu wajar dalam sepakbola. Saya senang bisa mencetak gol kemengan ini, yang saya lakukan itu hanyalah emosi saja," ungkap Shaqiri.

Kekalahan Telak Argentina Atas Kroasia – Tamparan Keras Bagi Sampaoli

Kekalahan Telak Argentina Atas Kroasia - Tamparan Keras Bagi Sampaoli

Timnas Argentina baru saja menelan kekalahan pahit atas Kroasia. Kekalahan tersebut menjadi tamparan yang sangat keras bagi sang pelatih Jorge Sampaoli. Bayangkan saja, tim sekaliber Argentina harus kalah dengan skor akhir 0 - 3 atas Kroasia, padahal diatas kertas Timnas Argentina memiliki skuat yang jauh lebih baik ketimbang Kroasia. Argentina memang tidak berkutik setelah gawang Willy Caballero harus kejebolan sebanyak tiga kali. Ante Rebic, Luka Modric serta Ivan Rakitic merupakan nama yang mencetak gol bagi Kroasia. Dengan kekalahan ini, peluang Argentina untuk lolos dari fase grup tentu menjadi semakin kecil. Sampaoli lantas mengungkapkan rasa permintaan maafnya kepada para supporter dan fans Argentina terkait kekalahan mereka. "Saya meminta maaf kepada seluruh penggemar dan fans yang memberikan dukungan kepada Argentina. Messi gagal menunjukkan performa terbaiknya, begitu pula dengan skuat Argentina. Pemain tidak dapat menyatu dengan baik ketika bermain di lapangan," ungkap Sampaoli. "Saya mencoba untuk meletakkan pemain pada posisi terbaik, tapi kami gagal menciptakan ikatan dan hubungan yang tepat bagi Argentina dan juga Messi, saya minta maaf untuk hal ini," lanjut Sampaoli. Awal kehancuran Argentina ada pada gol utama Rebic. Mental pemain menjadi tidak stabil sehingga tidak dapat berfikir dengan baik. Dampak buruknya adalah runtuhnya keseimbangan permainan selama pertandingan berlangsung. "Kroasia memang tim yang kuat, tetapi semua semakin sulit ketika kami kebobolan gol. Para pemain mengalami kehancuran mental dan berdampak pada runtuhnya keseimbangan permainan." "Memang kekalahan ini terasa sangat menyakitkan, tetapi ini juga menjadi kesalahan saya karena saya tidak dapat memahami pertandingan dengan benar." Dengan kekalahan ini, Argentina terancam tidak dapat lolos dari fase grup. Pertandingan melawan Nigeria nanti akan menjadi penentuan bagi skuat Argentina, jika masih kalah, maka harapan mereka harus pupus dari kompetisi Piala Dunia tahun ini.

Santos: Portugal Bukan Hanya Bicara Soal Ronaldo

Santos: Portugal Bukan Hanya Bicara Soal Ronaldo

Fernando Santos selaku pelatih dari Timnas Portugal memberikan tanggapan terkait pembicaraan yang mengatakan bahwa Portugal hanya mengandalkan Cristiano Ronaldo saja. Tidak dapat dipungkiri, Cristiano Ronaldo menjadi pencetak hattrick pada pertandingan melawan Spanyol . Berkat gol tersebut, Portugal berhasil bermain imbang dengan skor 3 - 3. Kemampuan Ronaldo dalam menguasai bola memang sangat luar biasa, bahkan banyak yang mengatakan aksinya di Timnas jauh lebih gemilang ketimbang di Real Madrid. Tetapi pernyataan tersebut ditampok oleh Santos. Menurut Santos, keberhasilan Portugal bukan hanya karena Ronaldo seorang. Ada banyak faktor yang membuat Portugal mampu meraih hasil imbang pada laga pertama mereka. Bahkan ketika ditanya mana yang lebih baik dalam bermain antara Ronaldo dan Messi, Santos juga enggan memberikan komentar lebih lanjut dan mengatakan hanya akan fokus untuk Piala Dunia 2018 saja. "Saya memang berharap Ronaldo dapat bermain dengan apik saat melawan Maroko," ungkap sang pelatih seperti dilansir Fourfourtwo. Tetapi bukan hanya Ronaldo yang berperan dalam kemenangan mereka di Euro 2016. Ini tidak hanya tentang Ronaldo seorang. "Portugal berhasil meraih kemenangan dalam Euro 2016 lalu, tetapi itu bukan karena permainan Ronaldo seorang. Ada skuat lainnya disana, semua bekerjasama untuk meraih kemenangan. Tanpa adanya harmoni permainan dari seluruh pemain, mustahil sebuah tim bisa meraih kemenangan. Saya tidak pernah melihat ada tim yang berhasil menang hanya karena satu orang. Portugal bukan hanya Ronaldo, tetapi setiap individu yang bermain, itulah Portugal," jelas Santos.

Cedera Kembali Membayangi Neymar

Cedera Kembali Membayangi Neymar

Lagi-lagi kabar buruk menerpa salah satu pemain bintang Timnas Brazil, Neymar. Baru saja Neymar dikonfirmasikan tengah mengalami cedera dan harus absen dari sesi latihan Timnas Brazil. Sebelumnya Neymar dikabarkan baru pulih dari cedera yang ia dapatkan saat bermain bersama PSG. Awalnya ia sempat diragukan untuk tampil pada pertandingan di Piala Dunia 2018. Meski begitu ia mampu membuktikan bahwa dirinya sudah cukup fit untuk dapat bermain. Tite selaku pelatih Timnas Brazil juga mempercayakan lini penyerangan kepada Neymar. Pada pertandingan melawan Swiss kemarin, Neymar dimainkan full time. Pada pertandingan tersebut, Brazil harus puas dengan hasil imbang. Tidak hanya itu saja, keputusan Tite untuk memainkan Neymar ternyata menjadi pilihan yqang salah. Pasalnya, pada pertandingan tersebut Neymar kembali mengalami cedera akibat pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan oleh skuat Swiss. Sebenarnya Neymar belum pulih 100% ketika bermain melawan Swiss, tetapi ia sudah cukup fit untuk bermain sehingga Tite memutuskan untuk memainkan Neymar. Pada pertandingan tersebut, Neymar mendapatkan 11 kali pelanggaran yang dilakukan oleh skuat Swiss. Ternyata pelanggaran tersebut membawa dampak negatif bagi kondisi cedera Neymar. Sang mega bintang Brazil tersebut harus bermain penuh sambil menahan rasa sakit yang menerpa dirinya. Cedera yang diderita Neymar mengakibatkan dirinya harus absen dalam sesi latihan yang dijalani Timnas Brazi, tidak sampai disitu saja, Neymar juga diragukan untuk tampil pada pertandingan kedua Brazil.

Crespo Beri Kritikan Pedas Pada Lionel Messi

Crespo Beri Kritikan Pedas Pada Lionel Messi

Hernan Crespo, pemain legenda Argentina baru saja melayangkan penilaian terkait performa yang ditunjukkan oleh Lionel Messi pada pertandingan melawan Islandia kemarin. Menurut sang legenda, penampilan Messi sangat buruk, bahkan hanya bernilai 5 dari skala 10 poin. Kenyataan itu memang tidak terbantahkan, sebenarnya Messi cukup impresif dalam menyerang, sayangnya semua serangannya tidak dapat dikonversikan menjadi gol. Tidak sampai disitu saja, yang menjadi sorotan publik adalah eksekusi pinalti yang dapat dibaca dengan mudah oleh kiper lawan. Berkat kegagalan La Pulga dalam mengeksekusi bola pinalti, banyak kritikan pedas yang dilayangkan kepada dirinya. Crespo mengatakan dirinya dan Argentina mengharapkan sesuatu yang lebih dari Messi, sayangnya permainan Messi di lapangan masih jauh dari ekspektasi publik. Messi bahkan gagal memberikan gelar juara selama bermain di timnas Argentina. Dalam pertandingan tersebut, Messi berhasil melesatkan 11 tendangan ke arah gawang, sayangnya semua tendangan yang dilontarkan Messi gagal berbuah gol, belum lagi dosa besar kegagalan eksekusi pinalti. Melihat hal ini, Crespo memberikan nilai 5 dari skala 10 poin untuk Messi. "Messi layak mendapatkan nilai lima pada pertandingan melawan Islandia," ungkap Crespo seperti dilansir pihak Gazzetta. "Kami berharap lebih, tetapi Messi bukanlah Diego Maradona. Dia jauh dibawah Maradona." Crespo juga melayangkan kritik pada pemain Argentina lainnya. Menurutnya tidak ada pemain lini depan yang dapat mengcover dan membantu aksi Messi. "Siapa yang membantu Messi di depan ? Di Maria ? Dia bahkan tidak berkontribusi pada lini penyerangan ! Kemana para gelandang ? Tidak ada yang memberi dukungan yang tepat kepada Messi," tutup Crespo.

Javier Sebut Argentina Gagal Menang Sebab Islandia Main Bertahan

Javier Sebut Argentina Gagal Menang Sebab Islandia Main Bertahan

Pemain bertahan Argentina, Javier Mascherano sangat menyayangkan timnya gagal meraih kemenangan kontra Islandia pada ajang kompetisi Piala Dunia 2018. Mereka harus puas dengan skor imbang 1 - 1 pada pertandingan tersebut, padahal mereka adalah tim yang difavoritkan untuk menang. Sebenarnya skuat Argentina yang dilatih oleh Jorge Sampaoli mampu bermain dengan sangat apik sejak menit awal pertandingan, sayangnya lini pertahanan Islandia sangat kokoh sehingga sulit untuk dijebol. Meski sudah menyusun berbagai taktik dan strategi penyerangan, tim asuhan Jorge Sampaoli dibuat tidak berkutik dengan kekompakan pertahanan tim Islandia. Sangking sulitnya mencari celah untuk masuk, banyak tendangan dari luar kotak pinalti yang dilesatkan oleh pemain Argentina. Yang lebih disayangkan lagi, Lionel Messi selaku pemain bintang timnas Argentina juga gagal mengeksekusi tendangan pinalti. Banyak kritikan pedas yang dilayangkan kepada Messi akibat kejadian tersebut. Mascherano juga menjelaskan bahwa hasil imbang tersebut terasa seperti kekalahan bagi Argentina. Pasalnya tim Argentina diatas kertas memiliki kualitas yang jauh lebih baik ketimbang tim Islandia. "Hasil imbang yang kami raih kemarin terasa seperti kekalahan yang pahit bagi kami. Kami menargetkan untuk meraih kemenangan, tetapi pertandingan kemarin sangat sulit. Kami juga sudah menampilkan permainan yang apik sejak awal." "Tetapi pertandingan kemarin masih awal dan masih ada hari esok. Kami harus menebus kesalahan kami pada pertandingan melawan Islandia kemarin." "Islandia menggunakan taktik bertahan dan itu terbukti sukses. Lini pertahanan mereka sangat rapat dan kami kesulitan mencari cerah." "Kami sudah berusaha sebaik-baiknya, kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada fans yang sudah memberi dukungan. Kami membutuhkan dukungan mereka untuk bisa menang," tutupnya.

Ronaldo: Saya Mengincar Kemenangan Pada Laga Ke-2

Ronaldo: Saya Mengincar Kemenangan Pada Laga Ke-2

Cristiano Ronaldo, pemain bintang klub Real Madrid sekaligus kapten dari timnas Portugal meminta skuatnya untuk mempersiapkan diri jelang pertandingan kedua di ajang kompetisi Piala Dunia 2018. Ronaldo mengisyaratkan kepada rekan satu timnya untuk meraih kemenangan pada pertandingan selanjutnya nanti. Seperti yang kita ketahui, Portugal hanya mampu meraih hasil imbang kontra Spanyol. Pada pertandingan tersebut, Ronaldo menyumbangkan hattrick sehingga kedudukan menjadi imbang 3 - 3. Pada hari Rabu 20/6 mendatang, Portugal akan kembali menjalani pertandingan Piala Dunia 2018 kontra Maroko. Ronaldo menyebutkan timnya harus berjuang keras agar bisa menang pada pertandingan tersebut. "Untuk sekarang ini, kami harus lebih fokus agar bisa menang." Meskipun hanya berhadapan dengan tim yang tidak difavoritkan untuk menjadi juara, tetapi Ronaldo mengatakan bahwa timnya tidak boleh meremehkan lawan dan harus tetap fokus. Bahkan ia menilai Maroko dapat menjadi ancaman besar bagi mereka. Oleh sebab itu semua pemain harus mengerahkan segalanya agar bisa menang. "Pertandingan kontra Maroko akan menjadi pertandingan yang berat. Kami telah menargetkan bahwa kami harus menang dan kami harus bisa mewujudkannya." "Untuk mencapai fase grup memang hal yang sulit. Tetapi kami sudah mempersiapkan segalanya dan akan terus berjuang untuk meraih kemenangan di tiap pertandingan. Kami akan fokus dan menganalisa setiap permainan yang kami mainkan." "Kami juga bukan tim yang difavoritkan untuk menang, karena itu kami akan mengerahkan segalanya untuk bisa menang." "Kami yakin bisa menang jika mengerahkan semua yang kami miliki secara maksimal," tutup Ronaldo.

Lopetegui Akan Hadapi Ronaldo Di Piala Dunia Meski Jadi Pelatih Madrid

Lopetegui Akan Hadapi Ronaldo Di Piala Dunia Meski Jadi Pelatih Madrid

Julen Lopetegui telah resmi ditunjuk untuk menjadi pelatih baru Real Madrid. Meskipun telah resmi melatih Madrid, Lopetegui masih harus berhadapan dengan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2018. Pasalnya, timnas Spanyol yang ia latih akan berhadapan dengan timnas Portugal. Seperti yang kita ketahui, Ronaldo telah bergabung bersama Los Blancos sejak tahun 2009 silam. Pertemuan mereka ini akan menjadi kesempatan bagi Lopetegui untuk meyakinkan Ronaldo agar tetap bermain di Real Madrid. Memang sedang hangat dikabarkan bahwa Cristiano Ronaldo berencana untuk meninggalkan Real Madrid karena pihak manajemen tidak menyetujui permintaan kenaikan gajinya. Lopetegui masih yakin dengan Ronaldo meski sang pemain telah berusia 33 tahun. Menurut Lopetegui, Ronaldo merupakan sosok yang cocok untuk memimpin Real Madrid. Oleh sebab itu ia ingin agar Ronaldo tetap bergabung dengan Los Blancos. Meski sudah melatih timnas Spanyol sejak 2016 silam, tetapi timnas yang dilatih oleh Lopetegui belum pernah sekalipun bertemu dengan timnas Portugal. Itu sebabnya pertemuan mereka kali ini akan menjadi pertemuan pertama yang sangat berarti. Untuk mempersempit ruang gerak Cristiano Ronaldo, nantinya Lopetegui akan menginstruksikan dua pemain terbaiknya untuk menjaga gerak gerik dari sang pemain bintang. Pemain yang ditunjuk untuk mengawal Ronaldo adalah Dani Carvajal dan juga Sergio Ramos. Padahal nantinya mereka akan menjadi pemain yang ditangani oleh Lopetegui di Madrid.

Martinez Sebut Ingin Lihat Salah Di Piala Dunia 2018

Mohamed Salah

Roberto Martinez selaku pelatih dari Tim Nasional Belgia mengaku dirinya sangat sedih karena tidak bisa melihat atraksi Mohamed Salah yang saat ini sedang menjalani rehabilitasi pasca cedera yang didapat pada pertandingan final Liga Champions. Meski begitu, Martinez berharap agar Salah dapat segera pulih dan bermain di kompetisi Piala Dunia 2018. Salah memang sudah dipastikan tidak bisa tampil pada pertandingan uji coba dimana Timnas Mesir dipertemukan dengan Timnas Belgia. Ketiadaan Salah pada pertandingan tersebut membuat Mesir harus puas dengan kekalahan telak 0 - 3 atas Belgia. Meski Martinez tidak bisa melihat atraksi Salah pada pertandingan itu, ia tetap berharap agar Salah bisa kembali bermain di lapangan. Menurutnya Salah adalah sosok pemain yang sangat berpengalaman sehingga Mesir membutuhkan kehadiran dirinya di tim. "Salah adalah pemain yang sangat berbakat. Dia merupakan sosok pesepakbola yang sangat luar biasa dan berpengalaman. Ia juga merupakan pemain bola tingkat dunia." "Siapa saja yang mencintai sepakbola pasti merindukan gol-gol yang tercipta dari kaki Mohamed Salah. Kami berharap ia dapat segera pulih dan bergabung dengan tim di Piala Dunia," ungkap Martinez. Salah memang menjadi sosok yang sangat berpengaruh di Mesir. Ia merupakan sosok yang mampu membawa Mesir untuk masuk ke Piala Dunia, bahkan seluruh masyarakat Mesir juga memberikan dukungan kepada Salah. Kita doakan saja ya agar Salah dapat segera kembali pulih dan merumput bersama Timnas Mesir di ajang kompetisi Piala Dunia 2018 nanti.

Ronaldo Akan Dijaga Bodyguard Selama Piala Dunia 2018

Ronaldo

Sebagai seorang mega bintang sepak bola, dalam dunia karir persepakbolaannya tentu akan sering bertemu dengan berbagai ancaman yang datang dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, bisa saja dari fans tim lawan yang pernah dikalahkan oleh Real Madrid hingga orang-orang yang memang tidak suka dengan seorang pemain sehingga ingin mencelakai sang pemain. Hal yang sama juga terjadi kepada Cristiano Ronaldo, sang pemain bintang asal Portugal ini akan menyewa seorang bodyguard ( pengawal ) untuk menjaganya selama mengikuti ajang kompetisi Piala Dunia 2018 Rusia. Nuno Marecos merupakan nama yang ia tunjuk sebagai salah seorang bodyguard yang akan menjaganya nanti. Sebagai tambahan informasi saja, Marecos merupakan seorang mantan divisi penerjun payung yang sangat handal dan juga mantan petarung MMA. Melihat kedua hal tersebut tentu membuat siapa saja yang melihat Marecos akan ketakutan. Tidak sampai disitu saja, ternyata Marecos juga seorang matador yang sudah biasa bertarung dengan banteng. Ia memiliki postur tubuh yang besar dan kekar, untuk kekuatan fisiknya tentu sudah tidak perlu diragukan lagi. Bayangkan saja, Marecos sanggup melawan banteng yang memiliki berat lebih dati setengah ton dengan tangan kosong, tentunya untuk permasalahan kekuatan fisik bukan menjadi masalah lagi. Hal ini dilakukan oleh Ronaldo melihat banyaknya ancaman yang sering datang kepada pemain sepakbola, contohnya saja ancaman pembunuhan yang datang ke Sergio Ramos pasca insiden cederanya Mohamed Salah. Untuk mengantisipasi hal-hal semacam itu, Ronaldo akhirnya memutuskan untuk menyewa seorang pengawal untuk menjaganya agar ia dapat lebih fokus pada pertandingan yang akan ia mainkan. Perlu kalian tahu, beberapa waktu yang lalu Ronaldo dan Messi mendapatkan ancaman dari ISIS berupa foto mereka berdua yang tengah dieksekusi di lapangan. Dalam foto ancaman itu terlihat juga logo Piala Dunia yang sudah dirusak. Yang paling mengerikan adalah adanya tulisan arab yang mempunyai arti "darahmu akan memenuhi tanah". Tampaknya keputusan Ronaldo untuk menyewa bodyguard merupakan keputusan yang sangat tepat. Semoga saja pergelaran Piala Dunia 2018 Rusia nanti dapat berjalan dengan aman dan tertib.

Top