You are here
Home > Liga Champions

Liverpool Masuk Kedalam Tim Elit Eropa

Liverpool Masuk Kedalam Tim Elit Eropa

Liverpool akhirnya mengakhiri musim 2018/2019 dengan senyum kebahagiaan setelah mengalahkan Tottenham Hotspur di partai final Liga Champions musim ini. Sebelumnya Liverpool juga memberhentikan langkah Barcelona di babak semifinal Liga Champions. Setelah itu mereka melanjutkan pertandingan ke Estadio Wanda Metropolitano untuk berhadapan dengan Tottenham Hotspur. Setelah pertandingan usai, Liverpool akhirnya dideklarasikan sebagai juara setelah mencetak dua gol ke gawang Tottenham. Dua gol tersebut dicetak oleh Mohamed Salah dan juga Divock Origi. Gelar ini merupakan gelar keenam Liga Champions mereka. Sebelumnya mereka berhasil menang melawan AC Milan 14 tahun yang lalu melalui adu pinalti. Dengan gelar juara tersebut, Liverpool layak disebut sebagai tim elit Eropa. Bahkan Liverpool juga disebut-sebut sudah menggeser sinar Barcelona serta Bayern Munchen. Hal ini dikarenakan mereka sudah berhasil mengoleksi 6 trofi, berbeda 1 trofi ketimbang Barcelona dan Bayern Munchen yang hanya mengoleksi 5 trofi. Meski sudah menjadi tim elit Eropa, namun torehan trofi Liga Champions mereka masih berada di posisi ketiga. Mereka terpaut 1 trofi dari AC Milan yang ada di posisi kedua. Terakhir kali AC Milan meraih trofi terjadi pada tahun 2007 silam. Sedangkan di posisi pertama masih bertengger sang raksasa Spanyol, Real Madrid dengan torehan 7 trofi. Terakhir kali Real Madrid menjuarai Liga Champions terjadi pada musim lalu ketika mereka mengalahkan Liverpool. Kala itu Loris Karius selaku kiper Liverpool melakukan blunder fatal yang mengakibatkan kekalahan bagi Liverpool.

Messi Tidak Bisa Lupakan Kekalahan Atas Liverpool

Messi Tidak Bisa Lupakan Kekalahan Atas Liverpool

Hingga saat ini, pemain bintang Barcelona, Lionel Messi masih belum bisa melupakan kekalahan pahit yang dialami timnya di ajang Liga Champions melawan Liverpool. Meski begitu, Lionel Messi enggan melemparkan kesalahan kepada sang pelatih, Ernesto Valverde. Ernesto Valverde belakangan ini memang menjadi bulan-bulanan kritik, terlebih lagi ketika mereka kalah secara memalukan pada babak semifinal Liga Champions. Sebenarnya Barcelona sempat menang telak pada leg pertama melawan Liverpool, sayangnya Liverpool berhasil comeback dan menyingkirkan Barcelona dengan skor 4 - 0. Kekalahan yang dialami Barcelona membuat sang pelatih mendapatkan kritikan pedas. Padahal jika dilihat lebih jauh, Ernesto tidak bisa dibilang gagal, lihat saja raihan trofi La Liga yang sudah disumbangkannya musim ini. Melihart hal ini, Messi pun memberikan pembelaan. "Saya ingin Valverde melatih hinggantahun depan. Kami sudah berhasil memenangkan double pada tahun lalu dan kami bisa mengulanginya tahun ini. "Jika boleh jujur, saya melihat kritikan itu sangat tidak pantas. Ia sudah menjalankan tugasnya dengan sangat baik." "Seharusnya bukan dia yang harus disalahkan, tetapi para pemain. Kami harus bertanggung jawab atas kekalahan ini. Kami tahu ini adalah kesalahan fatal dan tidak boleh terulang." "Saya belum melihat rekaman ulang pertandingan itu, tapi yang saya ingat, hasil ini mirip saat kami berhadapan dengan Roma." "Yang paling tidak bisa saya maafkan adalah, kami tidak bermain di kandang mereka. Kami sangat kecewa, kami juga ingin meminta maaf kepada semuanya karena gagal mencapai final."  

Allegri Waspada Hadapi Ajax

Allegri Waspada Hadapi Ajax

Massimiliano Allegri selaku pelatih Juventus tidak bisa menganggap remeh lawan yang akan mereka hadapi nantinya, yakni Ajax Amsterdam. Ya, Juventus akan bertemu dengan Ajax pada babak perempat final Liga Champions. Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya Ajax sudah berhasil menumbangkan Real Madrid. Belum lama ini Juventus mengejutkan banyak pihak setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 3 - 0. Padahal pada leg pertama, mereka harus kalah dengan skor 0 - 2. Berkat kemenangan tersebut, Juventus berhasil maju ke babak perempat final dan akan berhadapan dengan Ajax. Meski berhasil menumbangkan Madrid, namun diatas kertas, skuat yang dimiliki Juventus memilikii kualitas yang lebih baik ketimbang Ajax. Tidak heran jika Ajax menjadi tim "underdog" pada pertandignan nanti. Namun Allegri tidak ingin menganggap remeh tim yang berhasil menyingkirkan Madrid dari kompetisi Liga Champions. "Tidak ada gunanya meremehkan mereka ! Lihat apa yang sudah mereka perbuat, Madrid harus tersingkir dari kompetisi ini. Mereka punya banyak pemain bertalenta dan mereka dapat bermain bagaikan monster di kandang sendiri," buka Allegri seperti dilansir Football Italia. "Pertandingan ini akan sangat berbeda dan akan menjadi sebuah kesalahan yang fatal jika kami menganggap remeh mereka." Allegri sendiri mendapatkan banyak pujian berkat taktik yang ia terapkan ketika berhadpaan dengan Atletico. Namun menurut Allegri, ia tidak bisa menerapkan taktik yang sama melawan tim yang berbeda. Ia menilai bahwa karakteristik pemain lawan harus menjadi acuan untuk menerapkan taktik yang tepat.

Platini: VAR Merusak Semangat Sepakbola !

Platini: VAR Merusak Semangat Sepakbola !

Michel Platini selaku mantan Presiden UEFA memberikan komentar terkait keputusan yang diambil wasit setelah berdiskusi dengan Video Assistant Referee ( VAR ) pada pertandingan antara Manchester United melawan PSG di kompetisi Liga Champions kemarin. Menurutnya, VAR sudah merusak semangat sepakbola. Pada leg kedua yang digelar di markas PSG, United berhasil keluar sebagai pemenang setelah mendapatkan hadiah pinalti di penghujung pertandingan. Berkat kemenangan tersebut, United dipastikan lolos ke babak perempat final. Banyak pihak yang menyayangkan keputusan pinalti tersebut. Pasalnya, Presnel Kimpembe tidak secara sengaja menyentuh bola. Platini juga menjelaskan bahwa tidak selamanya handsball itu bisa menjadi pelanggaran. Awalnya United hanya diberikan sepak pojok oleh wasit, namun setelah berdiskusi, United justru mendapatkan hadiah pinalti. "Ketika saya menjabat di International Board, saya mencoba untuk terus melindungi dan mempetahankan para pemain," buka Platini seperti dilansir Le Journal Du Dimanche. "Paris Kimpembe pada kasus ini tidak melakukan handsball secara sengaja. Wasit sudah bertindak benar dengan memberikan sepak pojok, namun orang-orang meminta kaji ulang dan akhirnya keputusan itu berubah menjadi pinalti." "Memutuskan untuk memberikan hadiah pinalti untuk handsball yang tidak disengaja sudah merusak semangat sepakbola, menentang permainan sepakbola itu sendiri !." "Sejak awal saya tidak pernah setuju dengan VAR, ketika saya masih menjadi seorang pemain, tidak selamanya apa yang diberitahukan melalui layar televisi itu benar, ada kalanya hal-hal semacam itu bisa ditolerir."

Ronaldo: Manchester United Hanya Beruntung

Ronaldo: Manchester United Hanya Beruntung

Pada matchday keempat babak penyisihan Champions League kemarin, Manchester United berhasil mengalahkan Juventus dengan skor 2 - 1. Melihat kekalahan timnya, Ronaldo menyebut bahwa United hanya menang karena keberuntungan. Cristiano Ronaldo mengatakan bahwa United bermain tidak cukup bagus ketika mengalahkan timnya. Ronaldo sebenarnya membuka keunggulan Juventus pada menit ke-65. Ronaldo berhasil merobek gawang United dengan tendangan voli yang indah. Tendangan tersebut bahkan mengundang decak kagum dari para fans dan penonton yang ada di stadion. Sayangnya United berhasil mengejar ketertinggalan angka pada menit ke 86 melalui tendangan bebas yang dieksekusi oleh Juan Mata serta gol kedua yang tercipta dari kesalahan Alex Sandro pada menit ke 89. Jika melihat pertandingan yang berlangsung via SBOBET, Juventus sebenarnya menguasai jalannya bola, namun banyak peluang yang dapat dimentahkan oleh David De Gea. Penampilan kiper berbakat United tersebut memang patut diacungi jempol. "Kami berhasil mendominasi selama 90 menit, tetapi kami bermain terlalu santai sehingga kami harus membayarnya dengan pahit. Kami bisa mencetak angka tiga atau empat kali, tetapi kami tidak memaksimalkannya. Ini bayaran yang harus kami terima," buka Ronaldo kepada Sky Sports Italia. "Saya melihat tidak ada usaha yang cukup dari United pada pertandingan kemarin. Jika bicara tentang keberuntungan, mereka mendapatkan keberuntungan itu kemarin." "Champions League adalah sebuah kompetisi yang spesial. Kalian bisa menang, tetapi jangan sampai terlalu santai karena apa saja bisa terjadi didalam pertandingan. Saat ini kami harus menegakkan kepala keatas dan bermain dengan baik di pertandingan selanjutnya."

Kartu Merah Pertama Bagi Cristiano Ronaldo !

Kartu Merah Pertama Bagi Cristiano Ronaldo !

Pada babak penyisihan grup Liga Champion musim ini, ada kejadian yang sangat menarik perhatian publik. Berita ini datang dari Cristiano Ronaldo, namun untuk kali ini, berita tentang Ronaldo kali ini bukanlah tentang cetakan gol atau performa impresifnya, namun karena ia mendapatkan kartu merah pada pertandingan melawan Valencia. Juventus berhadapan dengan Valencia pada matchday pertama Liga Champions di Grup H. Pada saat itu Juventus menjalani pertandingan tandang dimana mereka harus bermain di markas Valencia. Juventus dan Ronaldo menjalani jalur yang berbeda, Juventus memang berhasil menang dengan skor 2 - 0, tentu ini menjadi hal yang sangat menggembirakan, namun tidak bagi Ronaldo. Pasalnya pada menit ke 29, Ronaldo diberi hadiah kartu merah oleh wasit. Ronaldo terlibat konfrontasi dengan pemain bertahan Valencia, Jeison Murillo. Menurut lansiran Opta, kartu merah yang diberikan oleh wasit Felix Brych kepada Ronaldo merupakan kartu merah pertama yang diterima Ronaldo pada kompetisi Liga Champions. Ronaldo hanya pernah mendapatkan kartu merah pada kompetisi La Liga saja. Dari 154 pertandingan Liga Champions yang dimainkan oleh sang mega bintang, ia belum pernah sekalipun mendapatkan kartu merah. Ketika Ronaldo berjalan meninggalkan lapangan, sangat terlihat kekecewaan pada wajahnya. Bahkan Ronaldo juga tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya. Hal ini terlihat dari tetesan air mata yang keluar dari matanya. Sang pemain tidak percaya ia bisa diberikan kartu merah pada pertandingan tersebut.

Liverpool Sukses Bungkam PSG Dengan Skor 3 – 2

Liverpool Sukses Bungkam PSG Dengan Skor 3 - 2

Pada awal kompetisi Liga Champions, Liverpool berhasil meraih hasil yang cukup impresif. Pada pertandingan awal Grup C kemarin, Liverpool dipertemukan dengan PSG. Pada pertandingan tersebut Liverpool berhasil menang dengan skor 3 - 2 atas PSG. Tentunya kemenangan yang diraih oleh Liverpool tidak lepas dari dukungan yang diberikan oleh para fans yang hadir di Anfield. Kemenangan yang diraih oleh Liverpool membuktikan kualitas yang dimiliki oleh skuat Liverpool. Selain itu mereka juga berhasil melanjutkan tren positif dimana ini menjadi kemenangan keenam beruntun di semua kompetisi. Pertandingan melawan tim terkuat Perancis tentunya bukanlah perkara yang mudah, mereka bahkan harus bertanding imbang hinga akhirnya Roberto Firmino dapat memecah kebuntuan di menit akhir pertandingan. Andrew Robertson merasa kemenangan yang diraih Liverpool juga berkat dukungan dari para fans yang hadir di Anfield. Jika melihat performa yang ditunjukkan Kylian Mbappe yang mencetak gol di menit ke 83, harapan Liverpool untuk mencuri kemenangan pada pertandingan ini sangatlah kecil. Hanya saja Firmino berhasil menunjukkan kualitasnya pada menit akhir pertandingan sehingga match tersebut ditutup dengan skor 3 - 2 untuk Liverpool. "Kala itu skor sedang berjalan imbang. Semua pasti berfikir kami tidak memiliki kesempatan untuk menang. Namun kami terus berusaha dan mendapatkan peluang di 10 menit menjelang akhir pertandingan," ungkap Robertson melalui laman resmi Liverpoolfc. "Kemenangan yang kami raih juga berkat dukungan para fans. Suasana di Anfield terasa sangat berbeda, atmosfer yang tercipta dari dukungan mereka memberikan kami tambahan semangat," tutupnya.

Prediksi Champions League: Liverpool VS PSG 19 September 2018

Prediksi Champions League: Liverpool VS PSG 19 September 2018

Pada kompetisi Champions League musim ini, Liverpool akan menjamu PSG pada hari Rabu 19/9 esok. Pertandingan ini akan menjadi ujian yang berat bagi Liverpool, pasalnya lawan yang akan mereka hadapi adalah tim terbaik dari Perancis. Dalam 16 pertandingan terakhir di kandang pada kompetisi di Eropa, Liverpool masih belum terkalahkan. Selain itu Liverpool juga berhasil meraih kemenangan pada 2 pertandingan kandang terakhir mereka. Perjalanan Liverpool di kompetisi Premier League juga cukup impresif dimana mereka saat ini mengoleksi poin penuh dari 5 pertandingan yang sudah dijalani. Tentunya pilar utama mereka masih belum berubah, yakni kombinasi Sadio Mane, Mohamed Salah dan juga Roberto Firmino. Jurgen Klopp harus meracik strategi yang baik dan juga menurunkan pemain terbaiknya jika ingin menang dari PSG. Melihat kubu lawan, tampaknya PSG akan menjadi momok yang membahayakan bagi Liverpool. Di kompetisi Ligue 1 sendiri, PSG melaju dengan sangat impresif. Mereka berhasil mencetak banyak gol di kompetisi tersebut meski Neymar dan Kylian Mbappe diistirahatkan. Ini berarti trident PSG akan berhadapan langsung dengan trio Liverpool. Disini akan terlihat tombak mana yang lebih runcing dan kuat. Kedua tim akan melaju dengan penuh kepercayaan diri, namun Liverpool jauh lebih diunggulkan sebab pertandingan nanti akan digelar di markas mereka. Untuk prediksi togel online danĀ  skornya sendiri, tampaknya pertandingan akan berjalan dengan sangat intens, namun prediksi kami mengatakan bahwa Liverpool akan keluar sebagai pemenang dengan agregat skor 2 - 1.  

Top